Istana Versailles: Istana Paling Indah di Perancis

0
Istana Versailles Palace

Istana Versailles, atau Château de Versailles, merupakan istana kerajaan Perancis yang terletak di Versailles, 20 km barat daya kota Paris, Perancis. Istana bergaya Baroque style ini merupakan salah satu istana terluas dan terindah di dunia dan menjadi model banyak istana lain di Eropa, seperti Hampton Court Palace di Inggris dan Palace of Caserta di Italia. Istana ini juga telah masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1979, dan tamannya merupakan taman istana terluas di dunia. Ingin tahu apa saja yang ada di Istana Versailles dan bagaimana cara mengunjunginya?

Sejarah Singkat
Cikal bakal Istana Versailles adalah sebuah pondok di tengah pedesaan Versailles yang dibangun oleh Raja Louis XIII. Pondok ini dibangun tahun 1642 dan digunakan sebagai pondok tempat singgah saat ia berburu di hutan sekitar Versailles. Bangunan ini diperluas lagi olehnya 8 tahun kemudian, dan penggantinya, Louis XIV, memperluasnya lagi tahun 1664–1710 menjadi salah satu istana terluas di dunia. Istana Versailles selanjutnya masih mengalami perubahan dan perluasan di bawah pemerintahan Raja Louis XV dan Louis XVI, tapi tidak sebesar pada masa Louis XIV.

Istana Versailles Perancis

Selanjutnya, keluarga kerajaan dan Istana Versailles mengalami keterpurukan saat terjadi Revolusi Perancis pada tahun 1789. Raja Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette, ditangkap lalu dihukum penggal tahun 1793 di alun-alun Place de la Concorde, dan perabotan istana dilelang antara tahun 1793 – 1795. Istanapun disebut-sebut akan dijual atau disewakan dan patung-patung logam di taman diusulkan untuk dicairkan guna membuat meriam, meskipun akhirnya kedua rencana ini ditangguhkan.

Bangunan dan taman di kompleks Istana Versailles pun akhirnya lolos dari pelelangan dan penyitaan lebih lanjut setelah ditetapkan berada di bawah pengawasan republik yang baru dan dijadikan museum. Museum ini pun berkembang menjadi museum seni Perancis terbaik, meskipun sebagai istana, Versailles terus mengalami kemerosotan dengan dijualnya perabotan istana seperti cermin, gorden, dan kain penutup dinding dan furnitur.

Di bawah pemerintahan baru pasca Revolusi Perancis, Istana Versailles beberapa kali berganti status namun tidak mengalami proses perbaikan yang berarti. Hingga akhirnya pada tahun 1892, dimulai proses restorasi besar-besaran untuk mengembalikan kondisi Istana Versailes seperti sebelum revolusi. Proyek restorasi ini pun baru selesai pada tahun 1980.

Saat ini
Istana Versailles Perancis

Saat ini, Versailles Palace dibuka untuk pengunjung meskipun juga sebagian terkadang masih digunakan untuk rapat senat dan majelis nasional Perancis. Dengan gaya arsitektur klasik, interior indah dan mewah, serta taman indah dan luas, tak ayal Istana Versailles menjadi salah satu tempat wisata terpopuler di Perancis. Dengan membeli tiket masuk, kita bisa melihat kompleks Istana Versailles yang mengagumkan ini, meliputi bangunan utama Istana Versailles (Palace), 2 Trianon Palace, taman dan orangery, serta Marie-Antoinette Estate yang meliputi sejumlah bangunan menarik.

Istana Versailles Palace Perancis

Di bangunan utama Istana Versailles total terdapat 2300 ruangan. Yang bisa dimasuki pengunjung diantaranya adalah ruangan-ruangan di Grand Apartments of the King and Queen, Hall of Mirrors, Chapel of Versailles, Gallery of Battles, Apartments of Mesdames, Palace History gallery, dan juga beberapa pameran/exhibition.

Grand Apartments
Terdapat dua set grand apartment, yaitu Grand Apartments of the King (Grand Appartment du Roi) dan Grand Apartments of the Queen (Grand Appartemen de la Reine). Keduanya terletak di lantai utama (lantai 2) dan terletak berhadapan. 
·      Grand Apartments of the King
Desain asli Grand Apartments of the King terdiri dari 7 ruangan yang masing-masing didedikaskan untuk planet dan bintang, dan asosiasinya dengan dewa dan dewi Romawi. 
1.      Salon de Diane (Diana:dewi berburu, diasosiasikan dengan bulan)
2.      Salon de Mars (Mars: dewa perang, diasosiasikan dengan planet Mars)
3.      Salon de Mercure (Mercury: dewa perdagangan, bisnis, dan seni liberal, diasosiasikan dengan planet Merkurius)
4.      Salon d’Apollon (Apollo, dewa seni estetik, diasosiasikan dengan matahari)
5.      Salon de Jupiter (Jupiter: dewa hukum dan peraturan, diasosiasikan dengan planet Jupiter.
6.      Salon de Saturne (Saturn: dewa agrikultur dan panen, diasosiasikan dengan planet Saturnus)
7.      Salon de Vénus (Venus: dewi cinta dan kecantikan, diasosiasikan dengan planet Venus)

Ruangan-ruangan ini tersusun berdasarkan sistem heliosentris seperti tata surya kita, dengan Salon d’Apllon menjadi pusatnya. Salon d’Apllon atau Salon of Apollo sebenarnya didesain sebagai kamar tidur raja tetapi kemudian dijadikan ruang tahta. Dan atas preferensi Louis XIV yang lebih memilih tinggal di apartemen lain dengan alasan ruangan-ruangan di sini terlalu dingin, Grand Apartments of the King dialihfungsikan untuk acara istana, seperti pesta resepsi yang diadakan oleh raja.

Desain awal ini pun tidak bertahan lama. Pada proyek pembangunan Istana Versailles selanjutnya, Salon de Jupiter, salon de Saturne, dan Salon de Vénus diubah untuk membangun Hall of Mirrors. Pada Aabad 18 selama pemerintahan Louis XV Grand Appartment du Roi diperluas dengan menambahkan dua ruangan lain, yaitu Salon de l’Abondance dan Salon d'Hercule.

·      Grand Apartments of the Queen

kamar marie antoinette istana versailles
Kamar tidur Marie Antoinette
Sejajar dengan Grand Apartment of the King adalah Grand Apartments of the Queen (Grand Appatment de la Reine) yang telah menjadi tempat tinggal 3 ratu Perancis, yaitu Marie-Thérèse d’Autriche (istri Louis XIV), Marie Leczinska (istri Louis XV), dan terakhir Marie-Antoinette (istri Louis XVI). Grand Appartment de la Reine juga memiliki desain awal serupa dengan Grand Appartment du Roi dan sama-sama terdiri dari 7 ruangan: Chapel, Salle de gardes, Antichambre, Chambre, Grand cabinet, Oratory, dan Petit cabinet.



Seperti grand apartemen raja, langit-langit grand apartmen ratu juga dihiasi dengan kisah-kisah kepahlawanan wanita zaman dulu, yang selaras dengan desain khusus tiap ruangan. Dengan dibangunnya Hall of Mirrors tahun 1678, Grand Appartment de la Reine juga mengalami perubahan. Chapel diubah menjadi Salle des gardes de la reine, Salle de gardes diubah menjadi Antichambre, dan ditambahkan Chambre de la Reine



Setelah Louis XVI naik tahta, Marie Antoinette memerintahkan redekorasi Grand Appartment de la Reine, menjadi yang terlihat seperti sekarang. Antichambre diubah menjadi Antichambre du grand couvert, ruangan di mana raja, ratu, dan anggota keluarga kerajaan makan malam di hadapan publik. Grand cabinet juga diubah menjadi salon des nobles, sementara Chambre de la Reine digunakan sebagai kamar tidur yang luar biasa megahnya. Di ruangan inilah, terdapat sebuah ‘pintu rahasia’ di pojok ruangan dekat lemari perhiasan, yang digunakan Marie Antoinette untuk melarikan diri pada malam 6 Oktober 1789 saat masa dari Paris menyerbu Istana Versailles. Pintu rahasia ini terhubung dengan koridor privat yang menghubungkan grand apartemen ratu dan grand apartemen raja.

Selain dua grand apartemen, juga terdapat 3 set apartemen pribadi raja dan ratu, yaitu Appartment du Roi, Le petit appartment du Roi, dan Le petit appartment de la Reine, meskipun apartemen-apartemen ini hanya dibuka untuk tur grup.

Istana Versailles Perancis

Galerie des Glaces atau Hall of Mirrors di Istana Vesailles merupakan sebuah aula besar dengan 17 cermin dinding yang merefleksikan bayangan deretan jendela di depannya. Aula ini didominasi oleh warna keemasan dan coklat, dengan lampu-lampu kristal putih mengggantung di bagian tengah sepanjang hall. Deretan patung juga menghiasi aula berukuran 73 x 10,5 x 12,3 m ini, sementara jendela depannya menghadap ke taman istana. Hall of Mirrors dibangun pada tahun 1690 di masa Louis XIV, dan merupakan tempat berlangsungnya upacara-upacara penting kerajaan. Hall of Mirrors juga memiliki peran penting dalam sejarah, salah satunya adalah menjadi tempat ditandatanganinya Treaty of Versailles oleh Jerman pada tahun 1919 yang menandakan berakhirnya Perang Dunia I. Jika anda ke sini, jangan lewatkan juga amati langit-langi hall of Mirror yang dihiasi oleh lukisan dinding yang indah.

Chapel of Versailles
Chapel of Versailles adalah gereja kapel yang dibangun tahun 1689, juga oleh Louis XIV. Kapel ini memiliki kombinasi gaya arsitektur gothic dan Baroque style, dan didominasi warna putih dari tiang marmernya, dan kuning keemasan dari warna lantai marmer dan juga lukisan yang menghias atap kapel. Beberapa bagian kapel ini juga mirip katedral abad pertengahan seperti ukiran patung gargoyle dan bentuk atap yang lancip.

Royal Opera
Royal Opera atau L’opera selesai dibangun tahun 1770 dan merupakan bagian dari proyek pembangunan istana oleh Louis XV. Royal Opera ini dibuka dan digunakan pertama kali sebagai ruang pesta dansa pernikahan cucu Louis XV, Louis XVI, dan Marie Antoinette. Gedung opera ini didominasi oleh warna emas, pink, dan hijau dan sebagian besar dinding, atap, dan perabotannya terbuat dari kayu. Saat ini Royal Opera Istana Versailles masih digunakan untuk konser dan pertunjukan opera, dan mampu menampung hingga 700 orang penonton.

Grand Trianon dan Petit Trianon
Istana Versailles Palace Grand Trianon
Teras Grand Trianon
Selain bangunan utama Istana Versailles, terdapat dua Trianon Palace, yaitu istana kecil lain yang terletak di area taman, yaitu Grand Trianon dan Petit Trianon. Grand Trianon dibangun atas perintah raja Louis XIV sementara Petit Trianon, istana yang lebih kecil lagi, dibangun oleh raja Louis XV. Dua istana ini dibangun sebagai “rumah pribadi” yang lebih privat dan tempat di mana raja bisa sejenak lepas dari formalitas istana. Meskipun berukuran kecil, kedua istana ini hampir sama mewahnya dengan istana utama. Kedua istana kecil ini juga dibuka untuk pengunjung. 


Garden of Versailles
Taman Istana Versailles Perancis

Seperti semua istana, Palace of Versailles juga memiliki taman. Taman Istana Versailles atau Garden of Versailles merupakan taman istana terluas di dunia, dengan luas mencapai 100 hektar. Taman ini berupa formal garden dengan jalan taman, rumput, dan pepohonan yang didesain membentuk pola-pola geometrik. Taman yang dibuat pada abad 17 oleh landscape gardener André Le Nôtre ini dianggap sebagai formal garden tipikal atau khas Perancis. Taman ini meliputi bangunan orangery, beberapa kolam, air mancur, dan juga kanal. 


Taman Istana Versailles Palace

Marie-Antoinette Estate
Beberapa bangunan yang bisa dikunjungi di Marie-Antoinette Estate adalah Chapel, French Pavilion, Queen’s Theatre, Temple of Love, Grotto (gubuk), English Garden, Dairy, dan Queen’s Hamlet. 

Alamat Istana Versailles: Place d'Armes - 78000 Versailles, France

Jam Buka:
©      1 April – 31 Oktober (High season)

Istana                           : Setiap hari kecuali Senin, pkl 09.00 – 18.30

Trianon Palace             : Setiap hari kecuali Senin, pkl 12.00 – 18.30

Taman                          : Setiap hari, 08.00 – 20.30

©      1 November – 31 Maret (Low season)
Istana                           : Setiap hari kecuali Senin, pkl 09.00 – 17.30
Trianon Palace             : Setiap hari kecuali Senin, pkl 12.00 – 17.30
Taman                          : Setiap hari, 08.00 –18.00


Harga Tiket Masuk Istana Versailles:
- The Passport = 25 € (tiket lengkap meliputi tur ke istana, taman, 2 Trianon Palace, Marie-Antoinette Estate, Musical Fountain Show, dan Musical Gardens).
Note: Tiket bisa dibeli langsung di tempat atau booking tiket online resmi Istana Versailles (tersedia juga pilihan tiket lainnya). Atau gunakan Paris Sightseeing Pass untuk masuk gratis ke Istana Versailles dan 60 tempat wisata lainnya di Paris.

Naik apa ke Istana Versailles?
- SNCF Train. Stasiun terdekat: Versailles Chantiers station (dari Paris Montparnasse) atau Versailles Rive Droite station (dari Paris Saint Lazare). Atau anda bisa ikut day trip dari Paris yang termasuk fast track ticket jadi tak perlu ikut antri untuk masuk ke Istana Versailles.


Artikel Terkait:
Place de la Concorde, Paris
Istana Hampton Court, Inggris
Kew Palace, Inggris

0 comments:

Post a Comment