Explorer Guidebook

Cari di blog ini

Gereja Situs Warisan Dunia UNESCO di Perancis

0
Reims Cathedral France

Notre-Dame de Reims atau Reims Cathedral adalah sebuah gereja katedral katolik Roma bergaya gothic yang terletak di kota sampanye Reims, Perancis. Meskipun keduanya mirip dari segi bentuk dan juga nama, tapi jangan tertukar antara Notre-Dame de Reims (Reims Cathedral) dan Notre Dame de Paris (Notre Dame Cathedral). Keduanya memiliki bentuk agak mirip, sama-sama mengusung gaya arsitektur gothic, tetapi Reims Cathedral terlihat lebih gothic dan menjulang dari Notre Dame Cathedral. Reims Cathedral juga masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO dan menjadi katedral dimana 33 raja Perancis dinobatkan dulu, sementara Notre Dame Cathedral tidak.

Dengan bentuknya yang lebih tinggi dan lebih banyak ornamen ala gothic style, serta statusnya sebagai warisan dunia UNESCO, dikatakan jika kita hanya memiliki kesempatan untuk melihat satu katedral di Perancis, itu berarti harus Reims Cathedral. Dan saya setuju. Sekali melihatnya saja, Reims Cathedral mencerminkan apa yang terbayang di benak saya seperti apa bangunan gothic itu. Seperti katedral kota lain, Reims Cathedral juga menjadi tempat kedudukan dari kepala uskup kota, Archbishop of Reims.

Reims Cathedral dibangun sekitar tahun 1210 menggantikan katedral lama yang rusak karena kebakaran. Pembangunan katedral baru ini sempat terhenti selama tiga tahun, dan dimulai lagi tahun 1236 dengan progres yang lebih lambat, dan baru selesai pada abad 14. Reims Cathedral dibangun oleh beberapa arsitek dan bagian muka sebelah baratnya dikerjakan dalam beberapa fase berbeda, tercermin dari perbedaan gaya beberapa patungnya. Bagian muka ini merupakan bagian terbaik dari katedral, satu dari karya-karya masterpiece abad pertengahan.

Reims Cathedral sempat mengalami kerusakan parah akibat serangan meriam Jerman pada Perang Dunia I tahun 1914. Selama perang, gambar katedral yang rusak ini digunakan sebagai propaganda oleh Perancis untuk melawan Jerman dan juga pengrusakan yang dilakukan secara sengaja oleh Jerman terhadap bangunan yang kaya dengan warisan budaya dan nasional ini. Katedral Reims kemudian diperbaiki tahun 1919 di bawah arahan Henry Deneux, penduduk asli kota Reims dan kepala arsitek dari Monuments Historiques, lembaga yang bertanggung jawab menjaga kelestarian bangunan-bangunan bersejarah di Perancis.

Reims Cathedral statue detail

Seperti kebanyakan gereja, Reims Cathedral juga dibuat dengan bentuk salib yang membujur, dengan pintu masuk utama berada di sebelah barat dan dua ‘tangan’ salib (transept) masing-masing di sisi utara dan selatan. Bagian eksterior sebelah barat bisa dibedakan menjadi 3 bagian/level, dengan 1 level paling atas membentuk 2 menara identik. Di level pertama terdapat 3 pintu masuk besar, dengan 1 pintu tengah yang berukuran paling besar didedikasikan untuk Virgin Mary. Di bagian samping pintu-pintu ini dipenuhi dengan hiasan patung-patung berukuran besar sementara di bagian atas dan puncaknya dipenuhi ukiran patung-patung kecil dan juga ornamen gothic style.

Rose Window Detail Reims Cathedral

Di atas pintu tengah terdapat dua rose window (jendela kaca berbentuk lingkaran seperti gambar bunga mawar), satu di bawah lengkungan pintu dan satu lagi di level dua. Rose window besar di tingkat dua diapit oleh patung-patung dan dua jendela lain. Di atasnya, terdapat “Gallery of the Kings” yaitu jejeran patung-patung raja Perancis, dengan patung pembaptisan raja Clovis berada di tengah dan diapit patung-patung raja penggantinya di kanan-kirinya. Level ke tiga adalah dua menara identik di mana lonceng gereja berada. Dua menara ini memiliki tinggi 81 m, 12 m lebih tinggi dari menara Notre Dame Cathedral. Menara selatan memiliki 2 lonceng besar, salah satunya bernama “Charlotte” dengan berat sekitar 11 ton.

Dinding luar katedral di bagian ‘tangan’ salib juga dihiasi patung-patung. Di sisi utara, terdapat patung-patung uskup Reims, Last Judgements, dan figur Yesus, sementara di sisi selatan memiliki rose window modern dengan figur-figur nabi dan rasul. Dinding luar di sisi timur juga kaya dengan ornamen gothic, lengkap dengan menara-menara kecil yang memperkaya gaya arsitekturnya. Menuju ke bagian dalam, interior Reims Cathedral memiliki  panjang 138,75 m, lebar 30 m di bagian ruang tengah gereja (nave), dan tinggi 38 m di bagian tengah. Katedral ini memiliki organ gothic di transept utara, dan beberapa karpet dekoratif indah yang kini disimpan di museum katedral di Palace of Tau.

Palace of Tau
Reims Cathedral East Facade

Palace of Tau atau Palais du Tau adalah bekas istana uskup yang kini dijadikan museum Reims Cathedral. Museum ini menjadi tempat menyimpan barang-barang berharga milik katedral (Treasury) dan juga objek-objek bersejarah lain seperti patung-patung raja berukuran besar, dan juga jubah kebesaran yang dipakai Charles X, raja terakhir yang dinobatkan di Reims Cathedral tahun 1825.

Abbey of Saint-Remi
Selain Palace of Tau, bangunan di area ini yang menjadi situs warisan dunia UNESCO adalah Abbey of Saint-Remi. St. Remi Abbey adalah gereja tua berusia lebih dari 1000 tahun yang terletak di sebelah selatan 1,5 km dari Reims Cathedral. Nama gereja ini diambil dari St. Remi, uskup yang membaptis Clovis raja pertama Perancis, tahun 496. Seperti Reims Cathedral, Abbey of Saint-Remi juga memiliki museum sendiri.

Bagaimana? Tertarik menjelajah Perancis lebih dari sekedar kota Paris? Selain Reims Cathedral, Palace of Tau, dan Abbey of Saint-Remi, kota Reims juga memilki banyak daya tarik lain, salah satunya adalah sampanye (champagne) yang menjadi julukan kota ini. Meskipun tidak minum champagne, toko-toko berdesain unik dengan botol-botol sampanye berjejer di kaca toko juga menjadi pemandangan menarik tersendiri. Intinya, tempat yang cocok untuk photo stop! ;)

Quick Facts
Pada ulang tahunnya yang ke-800 tahun 2011 lalu, Reims Cathedral mengadakan perayaan dengan menggelar konser, pertunjukan di jalan, pameran, konferensi, dan juga serangkaian pertunjukan lampu di malam hari.

Baca juga:
Notre Dame Cathedral
Salisbury Cathedral, Inggris
Tempat Wisata Terpopuler di Perancis

0 comments:

Post a Comment